Dunia Remaja, Dunia kita....

0 komentar

Hai Guys OMK Felix Nola, masa kita saat-saat ini adalah masa remaja sebelum kita memasuki masa dewasa. Semua orang pernah remaja, tak terkecuali Tuhan Yesus sendiri. Menurut orang pinter - bukan dukun loh ya?? hehehe - masa remaja itu di usia 12 - 18 tahun. Yang masih diusia tersebut ayo tunjuk jari?? hehehe...

Hemmm.... selamat deh untuk kakak-kakak yang sudah melewati fase ini dengan baik dan sukses!!!
Buat teman-teman yang masih dalam fase ini, yuk kita arungi bersama-sama fase ini dengan baik. Kita sebagai anak-anak terang, kita sandarkan segala kekuatiran kita bersama Yesus.

Masa Remaja - oleh para orang pinter - disebut juga masa kompleksitas, masa badai dan tekanan (Storm and stress - Stanley Hall). Kita sedang berproses dalam pencarian jati diri. Pada masa pencarian jati diri ini kadang menimbulkan masalah pada diri kita. Kita sedang mengalami situasi seperti berikut:
*) Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
*) Ketidakstabilan emosi.
*) Adanya perasaan kosong 
*) Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
*) Adanya pertentangan di dalam diri sendiri (ini yang menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.)
*) Kegelisahan karena banyak hal kita inginkan atau ingin lakukan tetapi kita tidak sanggup memenuhi semuanya.
*) Senang bereksperimentasi.
*) Senang bereksplorasi.
*) Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
*) Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Dalam masa ini, kita sedang mengalami perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Kita harus mampu melewati perubahan atau transisi ini dengan baik. Kita sering mengalami kekuatiran dengan fisik kita, tubuh mulai berubah. Kita juga sering membandingkan fisik kita dengan idola-idola kita. Kita sering tidak puas dengan diri kita. Tapi jangan kuatir, itu merupakan proses normal yang dialami oleh setiap remaja. 80% dari kita mengalami ketidakpuasan ini. Ketidakpuasan ini harus kita kurangi, karena kalau kita pelihara dalam pikiran kita, itu akan menjadi penyakit, yang tidak baik bagi perkembangan diri kita.
Jika kita pelihara, akan menimbulkan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, pelarian ke kegiatan negatif seperti merokok, dan perilaku makan yang tidak normal seperti makan berlebihan atau makan terlalu sedikit (Stice & Whitenton, 2002).

Kita suka bereksperimen atau coba-coba dan juga berkesplorasi atau ingin mengalami sesuatu yang baru. Itu baik, tapi kita kudu tetap hati-hati. Hindari hal-hal negatif seperti penggunaan narkoba, kebut-kebutan dijalan, berantem, hubungan seksual dan perilaku yang tidak baik lainnya. Kita sering terbawa arus negatif dari teman-teman. Kita sering susah menolak karena alasan solidaritas. Tapi mulai sekarang kita harus berani  dan harus bisa bilang "STOP!!" pada diri sendiri kalau itu sudah mengarah ke hal negatif. 

Getar-getar Cinta...
Masa remaja yang kita alami, hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus pada tubuh kita mulai berfungsi. Kita mulai ada perasaan tertarik dengan lawan jenis.... cit cuiittt, hihihi.... Perasaan ini bisa meningkat menjadi cinta romantis. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Sebagai anak-anak terang, kita harus mampu memilah-milah dan mengendalikan diri. Kalau kita tidak bisa mengendalikan, maka akan mengakibatkan kita depresi alias stress. Pada masa ini juga kita mengalami dorongan-dorongan seksual.  Kita harus mampu mengendalikan dorongan seksual ini, kita harus bisa membatasi diri antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan

Konflik dengan Orang Tua
Kita sering mengalami konflik dengan ortu seperti masalah jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Kita juga sering mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan kita, yang menurut kita itu otoriter, kaku atau tidak memahami kepentingan kita. Tapi itu hanya sudut pandang kita yang belum tepat aja. Ortu pasti selalu memberi yang terbaik untuk kita. Barangkali kita harus mau berkomunikasi dengan orangtua. Berkomunikasi itu saling mendengarkan dan saling mengungkapkan keinginan dan perasaan kita secara terbuka, tidak pakai ego kita. Semua pasti akan baik-baik kok kalau kita mau  berkomunikasi secara terbuka dengan ortu.

Masa depan kita ada ditangan kita. Menjadi berhasil atau gagal itu juga ditangan kita. Orang tua hanya sebatas memberi fasilitas dan dorongan kepada kita. Kunci ada pada kita. So, kita harus selalu menggunakan hati nurani dalam setiap mengambil keputusan. Dan pastikan libatkan Yesus dalam setiap kita akan mengambil keputusan sebelum bertindak. 

Selamat mengarungi masa remaja menuju dewasa dalam kebersamaan bersama Sahabat baik kita, Yesus.... God Bless U all....

Komentar
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar