OMK, beranilah bermimpi!!
0
komentar
BERANILAH BERMIMPI!
Perlunya impian
Dalam menapaki kehidupan ini, impian atau angan-angan atau cita-cita sangat diperlukan. Selanjutnya mari kita memakai istilah impian. Impian hendaknya dijadikan dasar atau pondasi untuk maju. Impian juga hendaknya menjadikan setiap individu khususnya OMK untuk maju. Impian adalah dorongan yang membuat hati, pikiran dan tindakan mencapai apa yang kita inginkan. Impian mendorong kita untuk mewujudkan sesuatu yang abstrak menjadi nyata.
Paolo Freire dalam Pedagogy of Hope menyatakan pentingnya impian. Orang yang terus ingin maju selalu memiliki impian.
Kalau kita mencermati kisah hidup ‘orang-orang besar dunia’, sebut saja Ignatius Loyola yang memiliki impian mengikuti Yesus secara radikal, yang mengakibatkan ia meninggalkan impian terdahulu untuk mengabdi raja dan menjadi menantu raja.
Servatius, ia meninggalkan tanah Asia mewujudkan impiannya menjadikan daratan Eropa mengenal Yesus. Itu beberapa contoh dari dalam gereja. Di luar gereja, kita mengenal Bill Gates pemilik Microsoft, raja software di planet ini, ada Mark Elliot Zuckerberg penemu Facebook yang sedang booming saat ini, Tiger Woods telah berhasil menaklukkan lapangan-lapangan golf dunia, Nelson Mandela dengan pembebasan Afrika dari kebijakan apharteid dan terakhir Presiden USA Obama. Kalau kita membaca riwayat hidup mereka ada satu benang merah yang kiranya dapat kita ambil yakni mereka semua memiliki IMPIAN.
Bagaimana dengan (OMK) kita?
Ini menjadi bahan renungan kita. Apa yang menjadi kendala dan hambatan bagi OMK kita?? Apakah saat ini kita takut untuk bermimpi??
Langkah-langkah yang diperlukan dalam membangun impian
Untuk membangun impian, diperlukan orang-orang panutan yang akan mengarahkan langkah kita dari impian tersebut menjadi kenyataan. Dimana kita mencari tokoh-tokoh panutan tersebut?? Salah satu cara adalah dengan membaca buku tokoh-tokoh besar dunia yang pernah hidup seperti kisah santo-santa, ilmuwan, tokoh pengusaha, tokoh olahraga, music dll.
Hambatan
Setiap omk yang mau berkembang dalam hidupnya hendaknya jangan pernah ragu bercermin pada kisah sukses ’orang-orang besar yang berhasil mengubah dunia’. Sebagaimana kita ketahui sekarang kita dapat menggunakan komputer, telepon, pesawat terbang dan lainnya semua diawali dari impian. Teruslah bermimpi.
Ada beberapa hal yang seringkali menghambat impian omk antara lain:
• Kurang membaca, dengan membaca omk dapat remotivasi.
• Takut bermimpi. Ketidakberanian untuk bermimpi ini seringkali tanpa disadari menjadi hal terbesar yang mampu membunuh segala impian.
• Tidak ada rencana kerja terstruktur.
Tantangan
Saat Tuhan menciptakan manusia, ia memberikan manusia ‘Kehendak Bebas (Free will). Freewill beda dengan Kiwil. Kiwil? No coment. Namun dalam freewill, sebenarnya ada suatu pertanggung jawaban yang dituntut dari kita.
Saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, ia melarang mereka untuk memakan buah terlarang, namun Dia tidak menghilangkan buah itu. Dia membiarkan manusia menentukan keputusannya sendiri. Dan ketika akhirnya mereka tergoda dan jatuh dalam godaan, konsekwensinya mereka tanggung sendiri. Mereka diusir keluar taman Eden dan harus mengalami perjuangan agar bisa menang melawan hidupnya.
Bagaimana dengan diri kita? Kita orang muda, diberi kebebasan berkehendak, diberi kebebasan memilih. Kita juga bebas bermimpi apa saja. Tetapi sebagai orang Katholik, kita juga mempunyai tanggungjawab dalam memilih kebebasan itu. Tanggungjawab terhadap orangtua, terhadap sesama, terhadap Tuhan dan terhadap dirinya sendiri.
Bagaimana dengan OMK? Ada suatu hal yang harus dimiliki oleh OMK. Sebagai orang muda yang mengaku beragama Katolik, OMK harus mau belajar dan memahami apa itu Katolik dan mengerti dan mengimani iman Katolik.
Dengan melakukan pertemuan kelompok, berdiskusi, pendalaman iman, membaca Kitab Suci dan segala sesuatu yang berhubungan dengan iman Katolik akan membantu OMK bertumbuh dalam iman.
Jadilah OMK yang berkualitas dengan membekali diri kita agar kita patut dan pantas serta bangga menjadi OMK dan layak disebut sebagai OMK yang sejati.
Bagaimana? Siap menerima tantangan?

