Aku Pecandu HP?? Ohh Tidaak!!!

1 komentar

Halo OMK'ers, berikut ini ada artikel tentang hubungan kita dengan barang yang namanya HP atau Smartphone atau Gadget dengan berbagai bentuknya seperti HP "bodoh" yang cuma bisa telepon dan sms, smartphone, tablet, phablet dan bentuk lainnya. Sudahkah kita bijak menggunakan mereka?? Apakah alat tersebut kini membantu produktifitas dalam belajar dan berkarya atau justru menghambat produktifitas teman-teman? yuk kita baca sama-sama....

Berdasarkan data hasil penelitian, 5-10% maniak HP atau Smartphone atau gadget terbiasa menyentuh HP atau Tablet 100-200 kali dalam sehari, dan apabila waktu efektif manusia beraktivitas 16 jam atau 960 menit sehari, maka orang yang kecanduan gadget akan menyentuh gadget 4,8 menit sekali!

Bila angka interaksinya selekat itu, maka pecandu HP akan sulit menjalani kehidupan nyata. Jangankan melakukan pekerjaan, untuk diajak ngobrol saja pasti sulit. Kiprah orang-orang semacam ini (dan boleh jadi kita termasuk di antaranya) di dunia nyata akan berkurang.

Jika dia dipisahkan dari HP, maka akan segera muncul rasa gelisah dan tidak dapat beraktifitas di dunia nyata. Lantas, jika maniak gawai ini didiamkan terus berlaku seperti ini, maka bukan tidak mungkin akhirnya menjadi pengidap attention deficit disorder (ADD).

ADD akan membuatnya sulit konsentrasi, lebih dekat dengan orang jauh, mengabaikan orang terdekat, fokus perhatian sulit muncul dalam waktu lama, sehingga sekalinya dia ketinggalan gawai, maka dunia seolah sudah berakhir karena tak ada aktivitas riil yang bisa dilakukannya dengan nyaman.

Maka, mari kembalikan gadget pada fungsi awalnya: Sebagai alat yang bisa meningkatkan produktivitas kita bersama, bukan malah memperoleh berbagai sisi kontraproduktif darinya

Berikut sejumlah langkah saran penulis dalam mengembalikkan fungsi orisional gadget tersebut.

1. You should have your own personal time! 

Kita harus prioritaskan waktu pribadi kita di atas kepentingan segalanya, terutama jika kita sudah berada di rumah. Ingatlah ada anak, ada istri, saudara, bahkan orangtua yang harus kita sapa dan ajak bicara.

Jangan biarkan semua dari kita asyik sendiri, surfing masing-masing di dunia maya ketika berkumpul. Fisiknya bareng, tidak jiwanya. Tidak ada tegur sapa dan obrolan hangat, gilirannya akan merenggangkan semuanya.

Begitu sampai rumah, silahkan cari aktivitas yang bisa mengalihkan perhatian kita mulai dari menonton DVD non stop, bernyanyi, olahraga, dan lainnya.

Jangan benamkan hidup kita selamanya di dunia maya, dunia nyata jauh lebih seru jika kita benar-benar meluangkan waktu di atasnya.

2. Jangan biasakan mengakhiri dan memulai hari Anda dengan HP. 

Ketika mau tidur, kita ingin cek status terbaru kolega di akun media sosial, ketika baru bangun pun segera menyimak apakah ada obrolan terbaru dalam medium chatting yang kita miliki. Begini terus.

Jika kebiasaan ini kita pelihara, dengan sendirinya kita terbiasa mengabaikan hal penting yang dekat dengan kita dan malah memberi perhatian kepada orang jauh.

Bahkan, lama-kelamaan, kita akan memaksakan selalu merespons dunia maya sekalipun tidak tepat misalnya saat sarapan dengan keluarga/menyetir.

3. Jangan sembunyikan kebiasaan kita saat menggunakan gadget. 
Jika Anda merasa keluarga atau seseorang akan marah dengan kebiasaan kita, itulah pertanda kebiasaan kita memang salah.
Kita tahu ketika dikelas, guru akan marah jika kita tetap asyik dengan gadget, janganlah curi-curi kesempatan pakai gadget. Kita tahu bahwa guru kita tidak suka dengan itu, maka jujurlah pada diri sendiri. Secara perlahan, kebiasaan ini bisa memberikan kita kemampuan memberi tahu orang sekitar, bahwa ada saat-saat tertentu jika kita akan telat membalas pesan di HPi, misalnya manakala kita sudah di rumah.

Jadi, mari jaga produktivitas gadget kita secara nyata.

Seindah apapun pergaulan di dunia maya, mereka bisa jadi tidak nyata, karenanya segala kebanggaan bisa jadi semu.

Bagaimanapun, HP tidak akan pernah sebanding dalam menggeser kehidupan nyata kita dengan orang-orang nyata di sekitar kita. 

*) Penulis, Dimitri Mahayana merupakan Chairman Lembaga Riset Telematika Sharing Vision/ www.sharingvision.com.

Komentar
1 Komentar

1 komentar:

Jhon mengatakan...

Hehehehe.... lucu gambarnya

Posting Komentar